PELATIHAN ANTI BULLYING DAN CYBER BULLYING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERUNDUNGAN DI SMAN 2 KAMANG MAGEK KABUPATEN AGAM

Authors

  • Darwianis PGSD, FKIP, Universitas Bung Hatta, Padang, West Sumatera, Indonesia
  • ade PGSD, FKIP, Universitas Bung Hatta, Padang, West Sumatera, Indonesia
  • Pebriyenni Universitas Bung Hatta
  • Morelent Universitas Bung Hatta
  • Wirnita Universitas Bung Hatta
  • Yuza Universitas Bung Hatta
  • Azkiya Universitas Bung Hatta

Keywords:

Bullying, Cyberbullying, Pelatihan, Resolusi Konflik, Sekolah Ramah Anak

Abstract

Fenomena bullying dan cyberbullying menjadi salah satu tantangan serius dalam dunia pendidikan Indonesia, terutama di tingkat Sekolah Menengah Atas. Perilaku ini tidak hanya mengganggu proses pembelajaran, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental dan sosial siswa. Berdasarkan hasil analisis situasi di SMAN 2 Tilatang Kamang Kota Bukittinggi Kabupaten Agam, ditemukan bahwa pemahaman guru dan siswa mengenai bentuk, dampak, serta pencegahan bullying masih terbatas. Oleh karena itu, tim dosen dari Program Studi PGSD FKIP Universitas Bung Hatta melaksanakan kegiatan Pelatihan Anti Bullying dan Cyberbullying sebagai Upaya Pencegahan Perundungan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kompetensi guru serta siswa dalam mengenali, mencegah, dan menangani kasus bullying di sekolah. Pelatihan diikuti oleh 52 peserta, terdiri atas 40 siswa, 10 guru, dan 2 wakil kepala sekolah, melalui metode workshop, diskusi interaktif, simulasi peran, serta kampanye edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan angket pra dan pascapelatihan, observasi partisipatif, serta wawancara mendalam. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap konsep bullying dan cyberbullying (skor rata-rata 3,6) serta kesiapan guru dalam menerapkan pendekatan resolusi konflik (skor rata-rata 3,7). Peserta juga menunjukkan motivasi tinggi untuk berperan aktif dalam kampanye anti kekerasan di sekolah. Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil menumbuhkan kesadaran kolektif dan membangun budaya sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak. Program ini menjadi model implementatif pengabdian masyarakat yang relevan dengan isu pendidikan modern, khususnya dalam menghadapi tantangan perundungan berbasis digital. Tahap lanjutan kegiatan meliputi publikasi hasil pelatihan dalam bentuk artikel jurnal dan media massa sebagai bentuk diseminasi praktik baik pencegahan bullying di lingkungan sekolah.

Downloads

Published

2026-01-06